Tulungagung – Pemkab Tulungagung belum bisa merealisasikan kenaikan tunjangan RT-RW, karena terdampak efisiensi anggaran, padahal program ini menjadi salah satu prioritas bupati dan wakil bupati.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo meminta ketua RT dan RW di Tulungagung bersabar menunggu kenaikan tunjangan bulanan dari sebelumnya 150 ribu menjadi 200 ribu.
Gatut mengakui, program ini masuk dalam salah satu prioritasnya, namun karena adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, pihaknya menunda realisasinya.
Pemkab sebelumnya sudah menganggarkan 4,6 miliar rupiah untuk kenaikan tunjangan RT-RW, namun pagunya ternyata masuk dalam pos pemangkasan yang dilakukan pemkab.
Gatut belum bisa memastikan kapan programnya ini terlaksana. Namun bila sumber dananya sudah tersedia, pemkab akan langsung mencairkannya.
Di Tulungagung, tercatat 7.817 Ketua RT dan RW di seluruh desa. Tunjangan mereka dimasukkan dalam Alokasi Dana Desa. Selain di desa, pemkab juga memastikan ketua RT dan RW di tingkat kelurahan juga akan naik tunjangannya. (Amr/Lcky)